Wednesday, May 4, 2016

Berobsesi Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Dokter, PAPDI Kaltim Gelar Workshop dan BDU 2016


Balikpapan, Monitor Kaltim.com-Semakin meningkatnya penderita diabetes di kalangan masyarakat membuat Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Workshop dan Borneo Diabetes Update 2016, guna meningkatkan komptensi para dokter dalam menangani penyakit diabetes di wilayah kerjanya masing-masing.


Kegiatan ini dihadiri sejumlah dokter penyakit dalam , dokter spsecialis non peyakit dalam, bahkan dari luar dokter penyakit dalam seperti para tenaga medis dan laboratoris serta ahli gizi . “Jadi jika ditotal, peserta yang mengikuti kegiatan ini sekitar 150 orang”, jelas Ketua Panitia Dr. Lukman Hatta Sunaryo, Sp.PD,FINASIM, Sp.KL seusai acara.


Sedangkan yang menjadi narasumber dalam kegatan ini adalah pakar-pakar diabetes yang senagaja didatangkan panitia penyelenggara dari Surabaya dan jakarta serta dua pembicara lokal.


Penyakit diabetes, jelas Lukman, sangat mendominasi atau marak sekali di kalangan masyarakat saat ini. “Bahkan untuk tahun ini penyakit yang satu ini sudah mendapat perhatian khusus dari penyelenggara kesehatan sedunia. Karena ternayata penyakit diabetes sangat banyak memakan biaya untuk pengobatannya, apa lagi untuk konsultasi”, urai Lukman.


Parahnya lagi jika orang sudah mengidap penyakit diabetes ini kerap kali mengalami komplikasi penyakit , terutama penyakit jantung. “Jika ini penyekait ini menyerang seseorang paling tidak dia harus pasang ring dan ini tidak sedikit biayanya. Kemudian bisa juga menggangu otak manusia yang menyebabkan stroke. Jika stroke berapa lama harus di rumah sakit. Penyakit yang lainnya lagi harus diamputasi karena lukanya tidak sembuh-sembuh”, urai Lukman.


Ternyata biaya pengobatan diabates ini sebagaimana yang telah dipublikasikan mengalami kenaikan hingga 22 kali lipat. “Jadi untuk mengantisipasi fenomena kesehatan ini kami ari panitia penyelenggara mengadakan Workshop dan BGU 2016 untuk meningkatkan penegetahuan keterampilan dari para dokter baik spesialis maupun umum di Kaltimra bahkan se-Kalimantan”, ungkap Lukman .


Kendati selama ini penyakit diabetes masuk dalam daftar penyakit yang ditangung pembiayaannya oleh pemerintah, tapi sangat terbatas. Sehingga pasien-pasien harus menanggung sendiri biaya yang sebagiannya tersebut. “Inilah yang menjadi keprihatinan para dokter sehingga kami membahasnya dalam pertemuan ini”, lanjut Lukman.
 
Diharapkan dengan digelarnya kegiatan ini para dokter yang bertugas di Kaltimra bahkan Kalimantan ini lebih berkompoten dalam penanganan penyakit diabetes, termasuk mencegah terjadinya komplikasi takibat penyakit diabetes dan bisa membantu pemerinta untuk menekan biaya penanganan penyakit diabetes yang dialamai masyarakat. “Sebagaimana diketahuia bahwa selama ini pemerintah menanggung biaya yang cukup besar untuk penyakit yang satu ini”, tambah Lukman . (naim)


0 comments:

Post a Comment