Bpjs
Toggle navigation
MANAGED BY:

HOME TERPOPULER INDEX

UTAMA Minggu, 14 Mei 2017 10:25
Bikin Pusing “Paket” BPJS
   


PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Satu lagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) yang mengeluhkan layanan kesehatan program pemerintah itu. Belum reda pemberitaan mengenai pasien bernama Arbaya (82) dipulangkan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanujoso Djatiwibowo karena alasan “paket” telah habis, seorang pasien lain harus menerima kenyataan tak dapat dilayani Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) karena alasan “paket”.
Riduansyah (36), warga Jalan MT Haryono RT 33 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara mengeluhkan layanan BPJS saat membawa istrinya berobat. Sang istri Rani (26) sempat mengalami kecelakaan dua tahun lalu. Korban mengalami patah tulang di bagian kaki. Dokter yang menangani saat itu menyarankan pemasangan pen.
Runut waktu berjalan, pen tersebut harus dicabut. Beberapa waktu lalu, Riduan –sapaannya- telah berkonsultasi dengan salah satu dokter. Jika pen yang dipasang di kaki istrinya sudah harus dicabut. Mengingat tulang yang sebelumnya patah, telah sembuh.
Sekira pukul 12.00 Wita, Kamis (11/5), Riduan mengantarkan istrinya ke Klinik Panorama. Sebelumnya, Riduan pernah berobat dengan BPJS. Dari klinik, ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB). “Saya datang sekira pukul 13.00 Wita, di RSPB. Konsultasi pencabutan pen di kaki. Bilang dokter spesialisnya ke depan (Pembantu dokter, Red), konsultasi, apakah bisa di-cover BPJS. Pembantu dokternya bilang, paketnya gak cukup. Dari BPJS memang ada paketnya. Kalau di RSPB paketnya gak cukup. Kita alihkan ke rumah sakit RSUD Gunung Malang,” terang Riduan.
Riduan mulai kebingungan, namun tak meninggalkan rumah sakit. Di dalam rumah sakit, ia kemudian berkonsultasi dengan petugas di BPJS Center. “Dari situ, disuruh ke dalam lagi. Ke bagian pengaduan. Saya masuk ke bagian pengaduan. Dari situ disuruh balik lagi ke dokternya. Setelah itu, saya ke ruang tunggu, karena disuruh menunggu. Habis itu, disuruh pulang, penjelasan rumah sakit, baru akan dirapatkan dulu dengan manajemen,” urainya.
Besoknya, Jumat (12/5), Riduan ditelepon oleh pihak rumah sakit. Riduan menerima penjelasan, jika penanganan sang istri dialihkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Malang. “Hingga saat ini belum ada lagi penjelasan,” jelas Riduan kepada media ini, kemarin.
Riduan menyayangkan, tidak adanya penjelasan merinci terkait paket BPJS. “Saya pikir, paket itu yang tidak cukup. Karena penjelasan dokternya seperti itu, paketnya gak cukup. Saya sempat ke BPJS Center, menanyakan paket itu. Saya minta penjelasan, tapi kayak bingung juga jawabnya. Juga gak dijelaskan. Malah bilang gak ada paket-paketan. Tapi dokter spesialis RSPB, bilangnya ada paketan,” sambung Riduan.
Sebelumnya,Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) wilayah Kaltim duduk bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Balikpapan membahas sistem jaminan kesehatan nasional dengan pola INA-CBGs, lebih akrab disebut sistem paket. Dalam penerapannya, dokter dilibatkan dalam menghitung jumlah maksimal biaya yang dapat dicover.
Ketua Persi Kaltim, Edi Iskandar mencontohkan paket tidak menghitung unit cost. “Nah ini merubah sistem mindset dokter maupun manajemen. Sekarang dokter hitung biaya, jadi dokter kebebanan. Dia melakukan ini harus berhitung karena paket, kalau saya pakai alat bagus, nggak masuk hitungan, rumah sakit nanti rugi,” jelasnya.
Sementara itu Direktur RSPB, dr Syamsul Bahri MPH yang dikonfirmasi melalui Humas RSPB, Liza Permatasari mengatakan hal tersebut menjadi masukan terhadap layanan BPJS di RSPB. “Saat ini manajemen RSPB sedang melakukan perbaikan terhadap mutu dan kualitas layanan, termasuk penyusunan beberapa kebijakan untuk disesuaikan dengan aturan dan kebijakan layanan pasien BPJS, antara lain aturan dan kebijakan sistem rujukan berjenjang bagi pasien peserta BPJS, penyusunan tarif RSPB untuk disesuaikan dengan Paket InaCBGs BPJS yang telah ditetapkan Kemenkes. Dengan usaha perbaikan yang dilakukan secara berkesinambungan, manajemen RSPB berharap keluhan pasien peserta BPJS akan semakin berkurang dan tidak terulang lagi,” singkatnya.
Pada kasus nenek Arbaya, Kepala BPJS Kesehatan cabang Balikpapan, Muhammad Fakhriza mengatakan permasalahan “paket” lebih pada persepsi masing-masing. “Peserta itu tidak perlu tahu tentang paket itu. Yang perlu tahu itu tentang pelayanan. Sering sekali kita dapat keluhan itu tentang paketnya, seharusnya peserta itu tidak perlu tahu," tegasnya.
Kesempatan terpisah, Kanit Hukum, Komunikasi Publik, dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Balikpapan, Sari Wahyu yang dikonfirmasi terkait yang dialami peserta BPJS, Riduan mengaku belum bisa memberikan penjelasan sebelum pihaknya menghubungi Riduansyah dan RSPB. “Saya tidak bisa bisa menjelaskan dulu sebelum dari pihak kami menghubungi pasien dan RS,” singkatnya. (war)
   

Ikuti terus berita-berita PROKAL.co


BACA JUGA

Kamis, 18 Mei 2017 08:55
Kecewa Jadwal Dipercepat

Kamis, 18 Mei 2017 08:52
Empat Prajurit Gugur dalam Latihan

Kamis, 18 Mei 2017 08:51
BPJS Kesehatan Defisit, Pemda Utang Rp 1,3 Triliun

Kamis, 18 Mei 2017 08:49
DIDAKWA PENODAAN AGAMA

Kamis, 18 Mei 2017 08:39
RS Sebut INA-CBGs Titik Permasalahan


Kamis, 18 Mei 2017 08:31
Curi Beras, Maling Kambuhan Dibui

Kamis, 18 Mei 2017 08:30
Lebih Baik Pelan, Tiba dengan Selamat

Rabu, 17 Mei 2017 09:01
Hampir Seluruh RS Lakukan Fraud

Rabu, 17 Mei 2017 08:46
RS Didesak Evaluasi Pelayanan

Rabu, 17 Mei 2017 08:45
Irwansyah Otaki Pencurian di Perusahaan
Load More

TERPOPULER
1 Bikin Pusing “Paket” BPJS
2 Satpam Mencuri di Tempat Kerja Sendiri
3 Rekomendasi DPRD Paser kepada Bupati
4 Rumah Sakit, Hati-hati..!
5 Rifki Luka Benturan di Kepala
6 Bawa Ganja, Ketahuan Polisi, Pria Ini Mendadak Pikun
7 Jambret karena Gaya Hidup
8 Setiap Bulan Rumah Sakit Rugi Ratusan Juta
9 Nenek Sakit Parah, Rumah Sakit Membantah Pulangkan Paksa
10 Terseret Arus, Remaja Hilang
DOWNLOAD APP PROKAL.CO
 

Tentang Kami | Info Iklan | Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Media Siber
Supported By: 


0 comments:
Post a Comment